Maret 2020
Belajar tentang coding itu bagus untuk semua orang, karena mengajarkan cara berpikir. Quote ini diungkapkan oleh Steve Jobs. Setuju kan?

Apalagi jika, coding juga dikenalkan untuk anak-anak. 

Beruntung sekali kita, karena sudah banyak pihak yang khusus membuat platform belajar coding untuk anak-anak. Salah satunya adalah Scratch.

Bisa anda buka di website www.scratch.mit.edu atau mengunduh aplikasi mobile-nya di www.scratchjr.org untuk versi lebih mudah digunakan anak yang belum bisa membaca. 

Kelasku Digital, juga memfasilitasi hal ini. Kami mulai membuka workshop Coding Kids sejak tahun 2018. Dan, dengan kondisi pandemi virus COVID19 saat ini, kami membuka kelas online. 





Mengenal coding untuk anak atau guru, menggunakan Scratch bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu:

1. Harus selalu online, yaitu membuat kreasi dari websitenya langsung di sini: https://scratch.mit.edu/projects/editor/?tutorial=getStarted , dan atau

2. Bisa offline, jadi kalau wifi mati tetap bisa bikin kreasi. Untuk itu, Scratch harus diunduh dan diinstall dulu di Laptop dan Komputer masing-masing. Link download di sini: https://scratch.mit.edu/download

3. Bisa offline di mobile device seperti HP android,  Tablet Android atau Ipad, khusus untuk SCRATCH JUNIOR alias Scratch Jr.  Link download ada di sini: https://www.scratchjr.org/outreach/about. Silahkan pilih sesuai device/gadget/gawai masing-masing. 

Berikut video cara unduh Scratch di desktop (laptop/komputer), scroll website down - ke bawah ke bagian footer. 

Scratch adalah bentuk visual programming yang dikembangkan untuk mengenalkan coding kepada anak-anak.

Bisa diakses di  https://scratch.mit.edu/

Kita bisa membuka scratch di browser apa saja (google chrome, mozilla firefox, dll).
Bahkan jika tidak ingin mengunduh di HP/tablet, teman2 juga bisa membuka scratch ini di browser hp. Akan tetapi untuk bermain, harus online, jika diunduh dulu, kita bisa bermain offline.

Kelebihan sratch ini adalah selamanya gratis (seperti yang disebutkan di website resminya), bisa digunakan di semua device/gadget.

Keterbatasannya adalah, untuk memainkan lagi game atau animasi hasil buatan kita, hanya bisa di website scratch.mit.edu atau di apps Scratch jr.

Jadi file-nya tidak bisa diunduh menjadi apk lalu diupload di google playstore (seperti beberapa game maker software lainnya). 

Fitur yang disediakan untuk membagikan hasil game/animasi dari scratch adalah: tautan dan embed code

untuk membuat awal, klik CREATE di button atas kiri website,


tampilan setelah klik CREATE

Cara memilih SPRITE ATAU tokoh pemain dalam Scratch




contoh SPRITE yang sudah disediakan dan bisa dipilih


Untuk mendapatkan ide jenis game atau animasi yang bisa dibuat, bisa klik TUTORIAL dan muncul tampilan berikkut



Ikuti saja tutorial yang muncul di kotak tengah tersebut. 

Scratch bisa digunakan untuk membuat:

  1. Buku bergambar interaktif
  2. Animasi
  3. Game
Contoh bisa disimak di video berikut:






Untuk  sharing dan belajar mengeksplorasi Scratch dan platform untuk mengenalkan konsep coding dan creative thingking ke anak-anak, 

silahkan bergabung ke grup facebook berikut:





Coding Kid Surabaya pertama dimulai tahun 2018, bertempat di Rumah Kreatif jl. Chairil Anwar Surabaya. Pengajar dari beberapa dosen Informatika  Universitas Trunojoyo. 









Karena beberapa keterbatasan pengajar dan saya yang harus mengikuti Apple Academy selama kurang lebih satu tahun, maka kelas coding kids ini berhenti. Akan tetapi saya tidak berhenti mencari tahu, sebenarnya kenapa anak perlu belajar coding?

  1. https://www.kelaskudigital.com/2019/05/manfaat-anak-belajar-coding.html  
  2. https://www.kelaskudigital.com/2019/05/anak-berkolaborasi-secara-alami-saat-belajar-coding.html
  3. https://www.kelaskudigital.com/2019/05/how-to-start-coding-kids-class.html

Baca Juga:  Catatan Singkat di Apple Developer Academy | UC

Dari hasil penelusuran saya tentang Coding Kids itu, saya tulis dalam beberapa sub bagian berikut ini:

COMPUTATIONAL THINKING


Beberapa kali saya bertanya kepada teman-teman yang memang bekerja sebagai programmer atau profesional terkait hal itu. Konsep utamanya sama, mereka mengatakan, bukan belajar codingnya yang penting. Tapi mengerti konsep Computational Thinking (CT) itu yang jauh lebih utama untuk dikuasai anak.

Saya dan beberapa mentor dan teman di Komunitas Coding Mum Indonesia (KCMI), mulai membahas hal ini. Dan menerapkan juga pengenalan CT di awal belajar coding.

Saya pribadi juga mengalami sendiri, langsung belajar coding tanpa mengenal atau mengerti konsep CT. Jadinya tidak kuat. Kalau sekadar memodifikasi code yang sudah ada, saya bisa. Akan tetapi jika ada masalah, saya tidak punya bayangan sama sekali logika komputasi bagaimana yang harus dilakukan.
Maka, saya pun yakin, konsep CT ini penting. Lalu saya mencari sumber belajar terkait hal ini. Dan ternyata sudah ada lembaga khusus yang ingin memberikan edukasi tentang CT ini di dunia dan juga di Indonesia, yang disebut BEBRAS. Bisa dilihat di website http://bebras.or.id/v3/



BELAJAR CODING TANPA GADGET

Selanjutnya, ini adalah kata kunci yang saya cari solusinya. Bagaimana anak bisa belajar coding tanpa harus kuatir bakal berlebihan di depan layar gadget. Sekali lagi, ternyata sudah ada juga yang menyusun kurikulumnya. Ini juga berkat sharing dari teman-teman di komunitas Coding Mum.

Konsepnya disebut UNPLUGGED COMPUTER SCIENCE.
Bisa dilihat informasinya di website berikut: https://csunplugged.org/en/


CREATIVE COMPUTING

Kembali  lagi ke kelas Coding Kids yang sudah saya mulai tahun 2018 lalu. Di situ saya kenal dengan 3 platform coding kids yang free source atau gratisan.
Yaitu:

  1. Kodu Game lab
  2. Scratch
  3. Code.org

Dari hasil mengulik sana-sini, saya berkesimpulan, yang paling mudah untuk diakses di semua gadget (komputer, laptop, hape android, iphone, ipad) adalah Scratch.

Dan setelah mengulik lebih jauh, anda bahkan akan lebih bahagia lagi karena kurikulum dan segala konsep mengajar dan belajar juga sudah diberikan oleh pihak pembuat Scratch ini. Yang kemudian disebut konsep Creative Computing. Lebih lengkapnya bisa anda baca sendiri di tautan berikutt ini: https://creativecomputing.gse.harvard.edu/guide/curriculum.html

Bahkan di media sosial, ada beberapa grup dan akun yang bisa menjadi inspirasi kita dalam memanfaatkan Scratch untuk kegiatan belajar mengajar:

  1. https://twitter.com/ScratchEdTeam
  2. https://www.facebook.com/groups/TeachingwithScratch/

Untuk memfasilitasi hal itu, Kelasku Digital juga menyiapkan akun instagram khusus untuk mengeksplorasi metode paling menarik mengajarkan Coding untuk anak:






Sabtu, 7 Maret 2020, Kelasku Digital hadir di SD Khadijah 3 Surabaya. 






Jika ingin mendaftarkan sekolah anda, bisa mengisi form di bit.ly/kelasgodigital 
atau langsung hubungi Kelasku Digital di whatsapp 0896-9926-4015

Apakah anda sudah tahu ada channel You Tube Khusus untuk anak-anak?
coba anda buka  di www.youtubekids.com.

Ya, alamatnya berbeda dengan you tube biasanya yang di www.youtube.com


Menarik sekali karena channel ini memang untuk anak-anak dan bisa diatur isi konten sesuai dengan usia anak-anak atau murid anda.



Untuk cara mengaturnya bisa disimak video berikut ini:


Ajak anak memanfaatkan gadget dan internet untuk belajar, sekaligus mendokumentasikan kegiatannya. Hal ini juga bisa dilakukan oleh guru, untuk menyampaikan materi belajar dengan membuat konten sendiri.

Berikut adalah contoh tampilannya di You Tube:



Anak akan suka melihat videonya sendiri, terlebih lagi bisa menunjukkannya kepada ibu, ayah, keluarga dan teman lainnya.

Anak juga bisa mengikuti perkembangan dari keterampilannya dalam menggambar atau mewarnai. 

Untuk membuat video ini, kita bisa menggunakan hp atau smartphone yang ada di rumah. Dan  bisa diedit dengan aplikasi yang bisa digunakan. Atau jika tidak bisa mengedit video, langsung saja diupload di You Tube juga tidak masalah. Yang penting materinya sesuai dengan yang diinginkan.

Baik silahkan dicoba ya di rumah atau di sekolah anda.