Mei 2019
Kelas Web Fundamental di DICODING INDONESIA

Kelas membuat website gratis yang diselenggarakan oleh Dicoding Indonesia.

Coba sobat klik tautan itu ya. Lalu pelajari dengan teliti dan tekun, satu per satu materinya.
Nah untuk praktek ngetik codingnya, kamu bisa unduh dan install dulu beberapa code editor yang disarankan di materi kelas. Bisa Brackets, Notepad ++ atau Sublime Text editor. 

Akan tetapi, jika ingin kenalan doang dengan coding. Atau belum cukup memori laptopnya untuk mengunduh sesuatu lagi, maka text editor atau tempat ngetik code ini bisa dilakukan secara online. Kamu klik saja CODEPEN.IO [ jangan lupa pakai huruf kecil semua ya ].

Atau klik lansung saja di sini nih, https://codepen.io

Nanti akan muncul tampilan beberapa PEN dan lain-lain. Eh, ingat untuk daftar alias SIGN UP dulu di codepen. 

PEN itu semacam hasil ketikan coding kita, bisa disimpan dan dibagikan ke orang lain.
Jadi kita pun bisa ngambil PEN punya orang, lalu mengotak atiknya secara online. Contohnya seperti di bawah ini:

Coba klik : https://codepen.io/rachelandrew/pen/arOabY , akan muncul tampilan berikut. 


Nah, sambil belajar tentang HTML dan CSS di DICODING, kamu bisa praktek ganti CSS warna atau HTML tulisan di link tersebut. Nanti hasil websitenya akan muncul di bawah, garis-garis ungu dan putih di atas itu ya. 

Sebaliknya, kalau ingin membuat PEN baru untuk diri sendiri, akan ada 3 kolom kosong seperti ini, 


Nah, kalau kelasnya online dan ngodingnya online, kebayang bisa dilakukan di laptop, tablet bahkan ponsel sekalipun. Dengan catatan, mata kamu cukup awas melihat deretan coding kecil-kecil nan njelimet itu di layar HP :)

Silahkan dicoba. Untuk guru-guru di kelas, atau ngabuburit di cafe sambil nunggu teman alumni kumpul gitu, bisalah dicoba dua trik ini. 




Sharing kali ini bersama grup member Komunitas Coding Mum Indonesia (KCMI).

Obrolan dilakukan di grup telegram KCMI. Jika anda masih belum masuk sebagai anggota, silahkan mengisi form berikut:
bit.ly/gabungkcmi

Sebelum mulai kelas Coding Kids, perlu diketahui alasan kenapa diperlukannya kelas ini dibuka. Tentu saja bukan untuk memenuhi ambisi orang tua, supaya anak selalu sibuk dan habis waktunya. Atau yang biasa didengar, "biar nggak hape-an terus di rumah."


Yang perlu disepakati adalah, kita memfasilitasi anak agar bisa menggunakan gadget/device/gawai dengan lebih produktif. Jadi anak diajarkan untuk membuat sesuatu, alias berkreasi dengan device-nya, entah itu laptop, tablet atau smartphone yang disediakann di rumah.

Selain itu, kita memberikan kesempatan anak untuk berimajinasi, berekspresi dan berkarya dalam bentuk animasi atau game sederhana di platform coding kids.

Alasan kenapa anak perlu belajar coding, bisa di baca di sini:
Manfaat Anak Belajar Coding 

Materi yang dibahas di REBOAN kali ini adalah:

  1. Kenapa anak perlu belajar coding
  2. Materi apa yang dipelajari di kelas Coding Kids
  3. Platform apa saja yang digunakan
  4. Spesifikasi laptop apa yang diperlukan
  5. Apa itu "Unplug coding"  [belajar coding tanpa gadget (bermain manual)]
  6. Bagaimana persiapan trainer
  7. Apa yang diperlukan untuk membuka kelas coding kids
  8. Apa saja kendala membuka kelas coding kids
  9. Berapa kisaran biaya yang diperlukan 
  10. Praktek bersama platform belajar Coding Kids. 

Spoiler platform belajar creative programming di kelas Coding Kids, menggunakan:
  1. Kodu Game Lab : https://www.kodugamelab.com
  2. Scratch                : https://scratch.mit.edu
  3. Hour of Code      : https://code.org/learn atau https://hourofcode.com/id/learn

Untuk Hour of Code, ada berbagai resources. Ada yang harus diinstall dulu di android/ios. 

Untuk yang paling mudah dipraktekkan tanpa install apapun, dan bisa dimainkan di laptop atau tablet, adalah berikut ini https://code.org/minecraft

Kenapa harus di tablet? apakah tidak bisa di HP saja?
Sebenarnya bisa, tetapi layarnya kecil dan tidak responsive. Akan kesulitan menggunakan HP. 



Ada hal yang menarik terjadi di kelas Coding Kids. Beberapa anak tanpa diminta, saling membantu proses membuat game di kelas. Seperti yang tampak pada gambar, si kecil berkaos merah dengan semangat menunjukkan cara untuk menambahkan beberapa blok code pada game yang dibuat oleh temannya.

Hal ini terjadi berulang-ulang, selama beberapa menit.

Mengapa kejadian ini menarik? Karena sering kita mendengar hal negatif terhadap anak jaman sekarang yang suka menggunakan gadget. Mereka sering dituduh sebagai generasi yang cuek, antipati juga tidak peduli lingkungan sekitar.

Ternyata, anak masih punya sifat alaminya untuk saling menolong dalam menyelesaikan sesuatu. Nah, karakter inilah yang bisa terus menerus dipupuk sambil anak dibiarkan mempelajari teknologi apapun, baik itu coding ataupun hal lain.

Laptop, tablet, ipad, smartphone, ini semua hanyalah alat. Alat yang bisa digunakan dengan baik, jika kita tahu caranya. Sebaliknya, alat-alat tersebut bisa saja menjerumuskan anak-anak menjadi tidak baik, karena kita tidak tahu caranya.

Perkembangan teknologi sudah tidak terbendung lagi. Bahkan dengan adanya teknologi pula, saat ini semua pekerjaan bisa dilakukan dengan mudah. Kita bisa meeting tanpa harus keluar rumah, yaitu menggunakan Skype, Zoom ataupun Google Hangout.

Pekerjaan programmer juga biasanya dilakukan secara berkolaborasi dengan beberapa orang. Misalnya projek membuat satu website, akan memerlukan beberapa tenaga terampil, misalnya:
1. programmer yang tugasnya untuk meng-coding,
2. designer yang tugasnya untuk merancang tampilan UI/UX website yang akan dibuat,
3. content writer yang tugasnya menulis isi dari website.
4. content creator yang tugasnya membuat konten dalam bentuk video atau gambar
5. web optimation yang tugasnya mengoptimasikan penyebaran website dengan baik sehingga website kita terlacak nomer satu di mesin pencarian.

Dan lain sebagainya.

Kelima tenaga terampil ini, saat ini tak perlu lagi harus bekerja dan bertemu dalam satu kantor setiap hari. Sudah mulai banyak dilakukan pekerjaan freelance, yaitu masing-masing orang bekerja di tempatnya sendiri-sendiri dan berkomunikasi melalui internet. Baik itu chat messenger seperti whatsapp, telegram, ryver ataupun stack. Dan juga membagikan tugasnya untuk bisa dilihat bersama menggunakan platform bernama Git Hub.

Dari penjelasan singkat ini, sudah paham kan kalau teknologi tidak melulu akan memberikan dampak negatif pada anak-anak kita. Asalkan caranya tepat, dengan penguasaan teknologi, potensi anak-anak akan semakin melesat.


Learning how to code at young age can truly set up your child for a lifetime success. 

Coding Kids yang juga dikenal sebagai computer programming, saat ini semakin meningkat trendnya di masyarakat.  Walaupun kelas belajar coding kids ini masih sedikit diadakan secara non formal. Namun permintaan orang tua semakin meningkat, bahwa computer programming ini bisa diajarkan di sekolah formal. Bahkan pemerintah sendiri juga berencana mencanangkan program tersebut.

Bisa dilihat di berita pada laman berikut:

  1. Menkominfo Ingin Pelajaran "Coding" Masuk Sekolah 
    Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Menkominfo Ingin Pelajaran "Coding" Masuk Sekolah", https://tekno.kompas.com/read/2015/09/10/13160077/Menkominfo.Ingin.Pelajaran.Coding.Masuk.Sekolah
    Penulis : Reska K. Nistanto
  2. "Coding" Siap Masuk ke Dalam Kurikulum Sekolah di Indonesia 
    Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul ""Coding" Siap Masuk ke Dalam Kurikulum Sekolah di Indonesia", https://edukasi.kompas.com/read/2018/01/12/07015971/coding-siap-masuk-ke-dalam-kurikulum-sekolah-di-indonesia?page=all
    Penulis : Alek Kurniawan 


Di Kelasku Digital, telah diselenggarakan kelas Coding Kids menggunakan platform game programming yang menyenangkan. Yaitu Kodu Game Lab dan Scratch MIT Edu.

Coding Kids dengan Kodu Game Lab
Tentu saja untuk anak-anak, belajar coding di awal tidak langsung menulis rentetan code yang bagi orang dewasa saja juga membingungkan. Akan tetapi menggunakan tools yang banyak gambar dan warna-warni. 

Kodu dan Scratch, dua-duanya mempunyai fitur visual yang menarik. Bahkan orang dewasa akan suka membuat game sederhana dengan kedua tools ini. Dengan beberapa kali pertemuan, maka anak akan memamahi konsep berpikir ala programming, atau biasa disebut sebagai konsep Computational Thinking. Anak-anak memahami pola, cara memecahkan masalah dengan mengurainya satu per satu dan menemukan solusinya satu per satu. 

Adapun manfaat anak belajar coding, bisa disimpulkan sebagai berikut:
  1. Dari ilmu komputer ini, akan terbangung keterampilan secara alami di bidang matematika, sains, pemecahan masalah, kerjasaam dalam tim, pembelajaran berbasis projek, seni kreatif dan lain sebagainya. Serupa halnya dengan kalimat yang sering diucapkan oleh Steve Jobs, "Coding mengajarkan anda cara berpikir" [Coding teach you how to think].
  2. Belajar coding sama seperti belajar bahasa asing. Semakin awal anda mulai belajar bahasa asing ini, akan semakin mudah memahaminya. Sama halnya ketika anda mulai mengajarkan anak balita untuk berbahasa Inggris, bahkan sejak dia dalam kandungan. Tujuannya untuk mengenalkan lebih dini, agar lebih mudah dipahami. 
  3. Anak akan siap menjadi pribadi kompeten di masa depan. Dimana kelak akan bermunculan pekerjaan yang membutuhkan keterampilan teknologi yang sangat tinggi. Jika anak tidak dipersiapkan sejak sekarang, maka pekerjaan itu tidak akan bisa terisi dengan tenaga kerja yang berkualitas dan terampil. 
  4. Pekerjaan yang berhubungan dengan komputer akan membentuk lebih dari 60% posisi pekerjaan baru yang diproyeksikan di bidang STEM (Sains, Teknologi, Teknik dan Matematika).
  5. Pemrograman komputer mengajarkan keterampilan yang langsung relevan di pasar kerja saat ini. 
  6. Kekuatan komputasi ini diperlukan di hampir setiap industri, baik itu pendidikan, pertanian, hukum, konstruksi dan obat-obatan. bahkan fashion, kesenian dan juga kuliner juga semakin membutuhkan teknologi. 
  7. Menjadi programmer termasuk pekerjaan dengan gaji yang tinggi.

Lalu bahasa pemrograman apa yang diajarkan pada anak-anak?

Biasanya orang dewasa mulai belajar coding dengan mengenal lebih dulu bahasa pemrograman dasar seperti HTML dan CSS, yang digunakan untuk proses membuat website. 

Akan tetapi jika ini diterapkan untuk anak-anak, mereka akan bosan, karena bentuk codingnya hanya deretan angka dan huruf. 

Untuk anak-anak, sebaiknya dimulai dengan Visual Block Platform, seperti Kodu dan Scratch. Yaitu platform yang menerapkan kotak-kotak blok dan gambar lucu serta warna-warni dalam menyusun perintah-perintah codingnya. 

Tampak blok kota-kotak CODE di Kodu Game Lab

Tentu saja, pembelajaran coding kids ini disesuaikan dengan kondisi anak. Baik itu karakternya yang suka bermain. Juga aturan pembatasan melihat screen dan cara menggunakan laptop, tablet atau smartphone yang bijak dan sehat, juga diajarkan di sini. Yang penting adalah, Kelasku Digital, menyediakan suasana belajar coding dan teknologi dengan menyenangkan. 

Sesi foto bersama selesai belajar coding Kodu

Apa saja spesifikasi laptop yang dibutuhkan?
Bagaimana jadwalnya?
Adakah kelas online?
Silahkan langsung ke website official Kelasku Digital di www.kelaskudigital.id untuk mendapatkan jawaban dan akses kontak langsung.