Kelas Online Coding Untuk Anak SD Scratch Programming

Kelas Online Coding Untuk Anak SD Scratch Programming




Kelas online anak belajar tentang konsep Coding, Programming dan Computational Thinking.
Untuk anak usia 8 - 16 tahun.
Anak sudah bisa menggunakan komputer/laptop dan bisa belajar mandiri.

Untuk kelas ini, bermain sambil mengenal konsep coding menggunakan Scratch Programming yang dibuat oleh grup MIT Edu Lab. Bisa di cek dan di coba di www.scratch.mit.edu.

Beberapa tutorial ada di channel You Tube Kelasku Digital di https://bit.ly/kelaskudigital

  • Kelas kelompok: Rp.200.000,-/anak
  • Privat: Rp. 350.000/anak
  • Anak mendapatkan: materi digital, bimbingan online, praktek presentasi hasil belajar di program Code With Me


Materi untuk Kelas Pemula, bisa dilihat di https://www.kelaskudigital.com/p/materi-kelas-online-coding-scratch.html


Materi untuk Kelas Lanjut, bisa dilihat di https://www.kelaskudigital.com/p/materi-scratch-lanjut-untuk-anak-sd.html

Panduan mulai kelas online, dipersiapkan sesuai arahan di https://www.kelaskudigital.com/2020/06/panduan-mengikuti-kelas-online-di-kelasku-digital.html







Kelas online Ayo Bermain Coding ini bukan semata mengenalkan konsep coding, Computational Thingking atau Computer Science.

Tapi juga  membiasakan anak untuk:
  1. Luwes menggunakan gadget dan internet dalam proses belajar. Itulah kenapa saya tegas (memaksa) anak-anak berkomunikasi di Google Classroom dan Scratch. Biar mengenal juga LMS (Learning Management System) untuk proses belajar. Dan juga melatih anak bergantian Share Screen ketika belajar saat praktek menggunakan Google Meet. 
  2. Biasa belajar mandiri (mencari tahu dulu, belajar sendiri dulu, baru bertanya jika mentok kesulitan).
  3. Terbangun mental menjadi kreator dan tidak puas hanya sebagai user (pemain/pengguna)
  4. Yang utama terasa ketika anak belajar menyusun block coding dengan Scratch ini adalah mereka tidak takut untuk salah ketika belajar. Tidak ada project buruk. Tidak ada lebih bodoh atau lebih pintar. Semata paham bahwa proses belajar itu harus berani mencoba dan juga tekun untuk mencari solusi atas masalah yang ada (problem solving)